Latar Belakang
Pendapatan daerah tidak datang dari satu pintu. Ada pajak dan retribusi, penerimaan unit kerja yang menerapkan pola pengelolaan keuangan sendiri, dana pendidikan, pemanfaatan aset daerah, sampai dana bagi hasil. Masing-masing punya dokumen, pejabat penanda tangan, dan alur pengesahan yang berbeda. Sebelumnya tiap jenis penerimaan ditangani aplikasi atau berkas sendiri, sehingga pimpinan tidak punya satu angka yang bisa dipakai bersama.
Tantangan
Menyatukan bukan berarti menyeragamkan. Tiap jenis penerimaan punya dasar aturan sendiri yang tidak boleh dipaksakan sama, sementara laporannya harus tetap bisa dibaca sebagai satu kesatuan.
- Setiap jenis penerimaan punya alur pengesahan dan pejabat berbeda
- Data tersebar di banyak unit kerja dengan cara input yang tidak seragam
- Angka penerimaan harus cocok dengan rekening koran bank
- Koreksi, pembatalan, dan restitusi harus punya jalur resmi yang tercatat
Yang Kami Bangun
Kami menyusun arsitektur sistem yang memisahkan tiga hal: pencatatan transaksi per jenis penerimaan, alur verifikasi berjenjang yang bisa berbeda tiap jenis, dan satu lapisan pelaporan yang membaca seluruhnya. Data acuan seperti kode rekening, data perbankan, dan profil unit kerja dijadikan satu sumber bersama, sehingga penambahan jenis penerimaan baru berarti menambah alur, bukan membangun aplikasi baru.
Banyak jenis penerimaan, banyak alur pengesahan, satu angka yang dibaca bersama.