Latar Belakang
Target penerimaan daerah ditetapkan di awal tahun, tetapi jawabannya baru benar-benar diketahui di akhir tahun. Sepanjang tahun, laporan realisasi umumnya menjawab pertanyaan "sudah tercapai berapa", bukan "akan tercapai berapa". Akibatnya rapat pimpinan banyak membahas angka yang sudah lewat, dan koreksi kebijakan baru diambil ketika waktu tersisa terlalu sedikit.
Tantangan
Proyeksi hanya berguna bila bisa dipercaya dan bisa dijelaskan. Angka perkiraan yang tidak diketahui asalnya tidak akan dipakai untuk mengambil keputusan.
- Realisasi bergerak tidak merata sepanjang tahun
- Deviasi terhadap target perlu diketahui sebabnya, bukan hanya besarnya
- Anggaran kas berubah di tengah jalan dan proyeksinya harus ikut menyesuaikan
- Pimpinan butuh ringkasan singkat, pelaksana butuh rinciannya
Yang Kami Bangun
Kami membangun lapisan analisis di atas data penerimaan yang sudah ada. Realisasi berjalan disandingkan dengan target dan anggaran kas, lalu diproyeksikan sampai akhir periode memakai pola penerimaan yang sudah terjadi. Setiap deviasi dilengkapi ruang penjelasan, sehingga angka yang muncul selalu disertai alasannya. Pimpinan memperoleh ringkasan eksekutif, sementara pelaksana tetap bisa menelusuri sampai rinciannya.
Pertanyaannya berubah dari sudah tercapai berapa menjadi akan tercapai berapa.