Latar Belakang
Pendataan dan penagihan pajak daerah banyak dikerjakan di lapangan: mendatangi objek pajak, memeriksa kesesuaian data, dan menindaklanjuti tunggakan. Sebelumnya petugas membawa catatan cetak, lalu memasukkannya kembali ke sistem setelah kembali ke kantor. Akibatnya data yang dipegang petugas sering tertinggal dari data pusat, dan pekerjaan yang belum selesai sulit dipantau pimpinan.
Tantangan
Aplikasi lapangan dipakai sambil berdiri, di tempat yang sinyalnya tidak selalu baik, oleh petugas yang sedang berhadapan dengan wajib pajak. Karena itu bukan banyaknya fitur yang menentukan, melainkan seberapa cepat informasi yang dibutuhkan bisa ditemukan.
- Data objek pajak tersebar di beberapa jenis pajak yang berbeda
- Petugas perlu tahu posisi objek pajak, bukan hanya alamatnya
- Kehadiran dan aktivitas lapangan harus tercatat tanpa kembali ke kantor
- Pekerjaan yang belum tuntas harus terlihat oleh petugas maupun atasan
Yang Kami Bangun
Kami membangun aplikasi mobile yang menggabungkan tiga kebutuhan petugas lapangan. Sisi kepegawaian mencatat absensi dan aktivitas harian sampai tahap persetujuan. Sisi lapangan menampilkan objek pajak sebagai penanda di peta beserta data wajib pajaknya. Sisi pemantauan menampilkan daftar pekerjaan yang belum selesai, sehingga tindak lanjut tidak bergantung pada ingatan.
Data yang biasanya menunggu petugas kembali ke kantor, kini dibawa ke lapangan.